Cloud NAT

Ringkasan Cloud NAT

Cloud NAT adalah evolusi dari konfigurasi keluar default project. Cloud NAT adalah layanan zona yang memiliki cakupan project dan terbatas pada traffic IPv4, serta menyediakan fitur berikut:

  • Beberapa gateway per project yang dapat mengirim traffic keluar dari kumpulan endpoint yang berbeda.
  • Beberapa IP keluar yang dapat dikonfigurasi per gateway.
  • Beberapa pemilih label endpoint yang dapat dikonfigurasi per gateway.
  • Waktu tunggu koneksi yang dapat dikonfigurasi per gateway.
  • Keandalan yang lebih tinggi dan radius ledakan yang lebih rendah jika terjadi kegagalan node keluar.

Diagram berikut mengilustrasikan contoh ringkasan untuk Cloud NAT. Setiap gateway mengirim semua traffic yang diarahkan ke IP non-internal dari endpoint dari pod atau VM (dalam project yang sama dengan gateway) yang memiliki semua label dalam pemilih label gateway (dan cocok). Endpoint dalam project yang berbeda atau yang tidak sepenuhnya cocok dengan pemilih label tidak dapat mengirim traffic keluar melalui gateway. Gateway akan menetapkan salah satu IP keluarnya secara statis ke setiap endpoint yang mengirim traffic keluar melalui gateway tersebut. IP dari subnet leaf digunakan untuk menentukan kumpulan IP keluar yang dapat digunakan oleh setiap gateway Cloud NAT.

Contoh deployment yang menampilkan beberapa endpoint yang terhubung melalui dua gateway

Misalnya, jika pod di project-1, dengan label app:aa, dan dengan IP 192.168.0.1 mengeluarkan paket dengan IP tujuan 22.22.22.22, paket tersebut akan diarahkan ke gateway Cloud NAT. Gateway akan menukar IP sumber dengan IP keluar yang ditetapkan ke endpoint pod (34.1.22.1), dan meneruskannya ke VRF data. Jika balasan kembali dari VRF tersebut, balasan akan melakukan operasi terbalik dan meneruskan paket yang dihasilkan ke endpoint pod. Mekanisme yang sama akan berlaku untuk VM dalam project dan label tersebut.

Detail contoh deployment yang menampilkan alamat IP berbeda yang diekspos ke luar

Secara default, koneksi keluar yang dibuat melalui gateway Cloud NAT akan memiliki waktu tunggu berikut. Koneksi tersebut dapat dikonfigurasi secara manual jika diperlukan.

Waktu tunggu

Nilai default (detik)

Koneksi non-TCP

60

Koneksi TCP yang tidak ada aktivitas

8000

Penghancuran koneksi TCP

10

Pembentukan koneksi TCP

60

Batasan

  • Setiap endpoint hanya dapat mengirim traffic keluar melalui satu gateway Cloud NAT menggunakan satu alamat IP keluar. Alamat IP ini ditetapkan secara otomatis oleh gateway ke setiap endpoint. Penetapan ini tidak akan berubah kecuali jika konfigurasi endpoint atau gateway berubah.
  • Untuk memastikan bahwa perutean antara endpoint dan gateway bersifat deterministik, gateway Cloud NAT tidak boleh memiliki pemilih label yang tumpang-tindih, dan endpoint tidak boleh memiliki label yang cocok dengan beberapa gateway.
  • Jika endpoint juga memiliki rute dari gateway VPN, rute tersebut akan lebih diutamakan daripada rute dari gateway Cloud NAT.

Batas skala

  • Jumlah maksimum alamat IP keluar per project adalah 100. Jika subnet yang ditetapkan ke Gateway Cloud NAT melebihi 100, hanya 100 IP pertama yang akan digunakan oleh gateway.
  • Jumlah maksimum koneksi paralel per IP keluar per protokol ke IP &port tujuan tertentu dibatasi hingga 32 ribu. Jika melebihi batas ini, koneksi akan gagal.
  • Jumlah maksimum pemetaan NAT adalah 1 ribu per VPC per zona. Satu pemetaan dibuat untuk setiap endpoint yang ditetapkan ke setiap gateway Cloud NAT. Karena satu endpoint hanya dapat ditetapkan ke satu gateway NAT, jumlah maksimum endpoint yang dapat menggunakan Cloud NAT dalam satu zona adalah 1 ribu. Pemetaan NAT TIDAK diskalakan dengan jumlah koneksi.

Perilaku failover

Jika node keluar tidak tersedia, gateway Cloud NAT yang menggunakan node keluar tersebut akan otomatis memigrasikan IP eksternalnya dari node yang tidak tersedia ke node keluar lain yang tersedia. Kemudian, gateway akan mengonfigurasi ulang sistem untuk mengirim traffic keluar menggunakan node lain yang tersedia. Setelah konfigurasi ulang selesai, endpoint yang menggunakan node yang tidak tersedia akan dapat membuat ulang koneksi keluar.