FAQ Knowledge Catalog

Dokumen ini menjawab beberapa Pertanyaan Umum terkait Knowledge Catalog (sebelumnya Dataplex Universal Catalog).

Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang Knowledge Catalog, lihat Ringkasan Knowledge Catalog.

Apa yang dimaksud dengan Knowledge Catalog?

Google Knowledge Catalog adalah solusi tata kelola cerdas untuk aset data dan AI di Google Cloud. Layanan ini menyediakan inventaris terpusat tempat Anda dapat menemukan, mengelola, dan mengatur data di seluruh Google Cloud sumber data seperti BigQuery, Cloud Storage, Pub/Sub, dan Spanner. Layanan ini menggunakan AI untuk mengotomatiskan penemuan data, pengayaan metadata, dan kualitas data. Melalui katalog data yang diatur, Knowledge Catalog memberikan dasar penting yang diperlukan agen AI untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi.

Apa yang dimaksud dengan Data Catalog?

Data Catalog adalah nama asli layanan metadata. Google CloudSeiring waktu, layanan ini berkembang menjadi Dataplex Universal Catalog, dan kini telah diganti namanya dan berkembang menjadi Knowledge Catalog.

Meskipun istilah "Data Catalog" masih digunakan untuk mendeskripsikan jenis pengindeksan data ini, dalam konteks Google Cloud, istilah ini merujuk ke produk lama kami. Sebaiknya semua project baru menggunakan Knowledge Catalog untuk memanfaatkan fitur yang didukung AI dan tata kelola yang ditingkatkan.

Apakah Knowledge Catalog berbeda dengan Data Catalog?

Ya, Knowledge Catalog adalah platform tata kelola data yang didukung AI yang pada akhirnya akan menggantikan Data Catalog yang ada. Meskipun memiliki konsep yang serupa, Knowledge Catalog memberikan beberapa peningkatan:

  • Konteks yang didukung AI: Tidak seperti Data Catalog, Knowledge Catalog menggunakan Gemini untuk mengekstrak konteks bisnis secara otomatis, menghasilkan deskripsi natural language, dan memberikan "kueri emas" SQL untuk mendasari agen AI.

  • Dukungan metadata yang kaya: Knowledge Catalog mendukung jenis metadata yang lebih kompleks, seperti array, peta, dan rekaman bertingkat.

  • Akses agen: Agen AI dapat menemukan dan menggunakan alat Knowledge Catalog secara adaptif melalui server MCP lokal atau jarak jauh.

  • Penemuan data: Knowledge Catalog dapat otomatis menyerap metadata dari serangkaian layanan dan sumber data eksternal yang lebih besar. Google Cloud

  • Tata kelola dalam skala besar: Layanan ini menawarkan kemampuan yang ditingkatkan untuk pembuatan profil data, kualitas data otomatis, dan tata kelola terpusat.

Untuk apa Knowledge Catalog digunakan?

Google Knowledge Catalog memecahkan masalah "cold start data"—waktu yang terbuang untuk mencoba menemukan, memahami, dan mempercayai data sebelum Anda dapat benar-benar menggunakannya. Penggunaan utamanya mencakup hal berikut:

  • Penemuan data yang dipercepat: Daripada menavigasi silo organisasi yang kompleks untuk menemukan data, Anda dapat menggunakan penelusuran natural language (misalnya, "Tampilkan data churn pelanggan terbaru") untuk menemukan aset di seluruh resource secara instan, sehingga meningkatkan produktivitas konsumen data.Google Cloud

  • Mendasari agen AI: Layanan ini bertindak sebagai "sumber kebenaran" untuk AI generatif atau ADK. Dengan menautkan data fisik ke definisi bisnis, layanan ini memastikan bahwa agen AI (seperti yang dibuat di Vertex AI) menggunakan data berkualitas tinggi, yang secara signifikan mengurangi halusinasi AI dan meningkatkan kepercayaan pada insight yang dihasilkan AI.

  • Tata kelola data otomatis: Layanan ini otomatis memindai data Anda untuk mengidentifikasi informasi sensitif (seperti PII), melacak asal data (silsilah), dan memantau akurasinya (kualitas data otomatis). Kemampuan ini membantu meningkatkan kepercayaan data, keamanan, dan kepatuhan dengan upaya manual yang lebih sedikit.

  • Menemukan "dark data": Layanan ini dapat memindai file tidak terstruktur (seperti PDF atau gambar di Cloud Storage), mengekstrak informasi di dalamnya, dan membuatnya dapat ditelusuri dan dikueri di BigQuery, yang membantu Anda mendapatkan insight dari data yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Untuk kasus penggunaan praktis, lihat Menjelajahi Knowledge Catalog.

Jenis metadata apa yang disimpan oleh Knowledge Catalog?

Knowledge Catalog menyimpan tiga jenis metadata:

  • Metadata teknis: Skema, nama tabel, dan properti sistem yang dikumpulkan secara otomatis.

  • Metadata bisnis: Konteks yang ditentukan pengguna seperti deskripsi bisnis, istilah glosarium, dan kepemilikan.

  • Metadata runtime: Informasi tentang silsilah data, skor kualitas data, dan statistik pembuatan profil data.

Bagaimana cara bermigrasi dari Data Catalog?

Transisi ke Knowledge Catalog dirancang agar lancar, tanpa memerlukan perpindahan data manual. Bergantung pada penggunaan Anda saat ini, proses ini melibatkan dua fase utama:

  • Fase persiapan: Jika Anda memiliki metadata kustom (tag, template tag, atau entri kustom), konten ini akan otomatis dimasukkan ke Knowledge Catalog sebagai hanya baca. Selama fase ini, Anda melakukan tugas konfigurasi untuk membuat konten Data Catalog yang ada tersedia secara bersamaan di antarmuka baru.

  • Fase transfer: Setelah disiapkan, Anda mentransfer status aktif metadata untuk membuatnya dapat dibaca-tulis dalam Knowledge Catalog. Langkah ini harus dikoordinasikan dengan memperbarui workload terprogram (API, library klien, atau modul Terraform) untuk mengarah ke endpoint Knowledge Catalog baru.

Jika tidak memiliki metadata kustom atau jika Anda baru menggunakan platform ini, Anda dapat menyelesaikan transisi dengan menetapkan Knowledge Catalog sebagai pengalaman UI default di Google Cloud konsol.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Transisi dari Data Catalog ke Knowledge Catalog.