Memecahkan masalah dengan skema informasi
Sebagai administrator BigQuery atau analis data, mengelola workload perusahaan memerlukan cara yang andal dan skalabel untuk mendiagnosis hambatan performa, kegagalan kueri, batas kapasitas, dan pertumbuhan penyimpanan. Tampilan skema informasi BigQuery berfungsi sebagai dasar observabilitas, yang menyediakan metadata historis dan hampir real-time yang dapat diakses melalui kueri GoogleSQL standar.
Dokumen ini menguraikan prinsip inti pemecahan masalah BigQuery menggunakan skema informasi, memberikan ringkasan terstruktur tentang toolbox pemecahan masalah administratif, dan mengarahkan Anda ke tampilan tertentu di library BigQuery.
Pemecahan masalah skema informasi berdasarkan tugas
Tabel berikut merangkum tampilan skema informasi yang berguna dan dikategorikan berdasarkan tugas dan kasus penggunaan diagnostik:
| Tugas | Kasus penggunaan | Tampilan skema informasi |
|---|---|---|
| Performa dan error kueri |
|
|
| Kapasitas dan pertentangan workload |
|
|
| Biaya penyimpanan dan arsitektur data |
|
|
| Kontrol akses dan tata kelola |
|
|
| Pipeline penyerapan data |
|
|
| Machine learning dan penelusuran vektor |
|
|
| Insight pengoptimalan workload |
|
Prinsip pemecahan masalah dengan skema informasi
Saat Anda mendiagnosis masalah workload atau lingkungan di BigQuery, terapkan prinsip inti berikut:
Cakupan berdasarkan region, set data, dan project. Pengelolaan workload dan resource komputasi BigQuery dieksekusi dalam batas regional. Pertimbangkan hal berikut:
Selalu tentukan penentu regional yang benar (misalnya,
region-REGION.INFORMATION_SCHEMA.JOBS_BY_PROJECT) atau penentu set data.Pilih tingkat hierarki yang sesuai (
BY_PROJECT,BY_USER,BY_FOLDER, atauBY_ORGANIZATION) berdasarkan apakah Anda menyelidiki masalah satu pengguna, workload khusus project, atau masalah seluruh tenant.
Korelasikan permintaan komputasi dengan kapasitas. Performa kueri yang lambat sering kali merupakan hasil dari pertentangan slot, bukan hanya SQL yang tidak efisien. Bandingkan permintaan resource tugas (
period_estimated_runnable_units) dengan slot pemesanan yang dialokasikan (period_slot_ms) selama periode waktu yang sama untuk membedakan antara peluang penyetelan kueri dan masalah yang disebabkan oleh kapasitas yang tidak mencukupi.Perhitungkan perincian telemetri dan batas retensi. Tampilan skema informasi yang berbeda beroperasi pada interval refresh dan periode retensi data yang berbeda. Metadata tugas dalam tampilan
JOBStersedia selama 180 hari, sedangkan metrik linimasa resolusi tinggi dalamJOBS_TIMELINEdanRESERVATIONS_TIMELINEtampilan disimpan untuk periode yang lebih singkat (biasanya 14 hingga 30 hari). Untuk analisis tren dan audit jangka panjang, Anda harus mengekspor telemetri ke tabel yang dipartisi.Hindari distorsi metrik dalam kueri multi-pernyataan. Skrip multi-pernyataan (SQL prosedural yang berisi
DECLARE,IF, atauWHILE) menghasilkan tugas induk denganstatement_type = 'SCRIPT'dan tugas turunan individual untuk setiap pernyataan. Saat menggabungkan metrik sepertitotal_slot_msatautotal_bytes_billed, filterstatement_type = 'SCRIPT'untuk mencegah penghitungan ganda.Filter pada kolom partisi. Untuk meminimalkan waktu eksekusi kueri dan menghindari biaya pemindaian yang tidak perlu pada analisis sesuai permintaan, selalu sertakan filter waktu yang ketat pada kolom partisi seperti
creation_time,job_start_time, atauperiod_start.
Langkah berikutnya
- Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang sintaksis skema informasi dan daftar tampilan yang tersedia, lihat Pengantar INFORMATION_SCHEMA.
- Untuk mempelajari cara melihat detail tugas, membuat daftar tugas aktif, dan membatalkan tugas yang sedang berjalan, lihat Mengelola tugas.