Dokumen ini memperkenalkan layanan komputasi yang tersedia di Google Cloud. Dengan memahami spektrum kontrol infrastruktur dan abstraksi pengelolaan, Anda dapat memperoleh pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memilih layanan komputasi yang tepat untuk workload Anda.
Istilah komputasi di Google Cloud mengacu pada resource komputasi tervirtualisasi, seperti daya pemrosesan dan memori, yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Anda. Rentang resource ini mulai dari instance virtual machine (VM) mentah hingga platform yang dikelola sepenuhnya. Dengan instance VM, Anda dapat sepenuhnya menyesuaikan sistem operasi (OS), jaringan, dan stack software. Untuk platform terkelola, Google menangani sebagian besar infrastruktur yang mendasarinya.
Area layanan tingkat tinggi
Kategori komputasi di Google Cloud mencakup area layanan utama berikut:
Instance VM dan instance bare metal: Compute Engine menyediakan instance VM dan bare metal yang dapat dikonfigurasi tempat Anda dapat menginstal dan mengelola OS dan aplikasi Anda sendiri. Konfigurasi ini juga mencakup penambahan unit pemrosesan grafis (GPU) atau unit pemrosesan tensor (TPU) ke instance VM atau bare metal yang disesuaikan.
Container: layanan seperti Google Kubernetes Engine (GKE) memungkinkan Anda men-deploy dan mengelola aplikasi dalam container.
Batch processing: layanan seperti Batch membantu Anda menjalankan tugas asinkron skala besar.
Infrastruktur AI: mencakup layanan dan hardware khusus seperti Cluster Director dan Cluster Toolkit. Layanan ini dirancang untuk menjalankan workload pelatihan dan inferensi yang kompleks dan terorkestrasi untuk kecerdasan buatan (AI) atau machine learning (ML) dalam skala besar.
Infrastruktur HPC: mencakup layanan dan hardware khusus untuk mengeksekusi workload komputasi berperforma tinggi (HPC), seperti simulasi fisika yang terhubung erat, model cuaca, atau dinamika molekuler.
Kontrol versus abstraksi di infrastruktur Anda
Google Cloud menawarkan layanan komputasi dengan spektrum kontrol dan abstraksi yang luas. Dua kategori utamanya adalah sebagai berikut:
Infrastructure as a Service
Infrastructure as a Service (IaaS) adalah model yang menawarkan kontrol paling besar. Anda mengelola OS, middleware, dan aplikasi. Sebagai gantinya, Google mengelola virtualisasi, server, penyimpanan, dan jaringan yang mendasarinya. Solusi IaaS yang tersedia di Google Cloud mencakup berikut ini:
Compute Engine: layanan ini memungkinkan Anda membuat dan menjalankan instance VM dan bare metal di infrastruktur Google. Compute Engine menawarkan fleksibilitas untuk menjalankan berbagai workload dengan memungkinkan Anda memilih dari berbagai seri mesin, layanan penyimpanan, akselerator, dan OS tamu.
Google Cloud VMware Engine: layanan yang memungkinkan Anda memigrasikan dan menjalankan workload VMware secara native di Google Cloud. Google mengelola hardware yang mendasarinya dan platform VMware. Anda tetap memiliki kontrol penuh atas VM, OS tamu, dan aplikasi Anda. Pendekatan ini membantu Anda beralih ke cloud tanpa merancang ulang lingkungan VMware yang ada.
IaaS sering kali lebih disukai oleh arsitek infrastruktur, engineer infrastruktur ML, dan engineer platform yang perlu mendesain dan mengelola lingkungan kustom dari awal.
Platform dan layanan terkelola
Platform dan layanan terkelola menawarkan keseimbangan antara kontrol dan kemudahan penggunaan. Google mengelola infrastruktur, OS, dan lingkungan runtime yang mendasarinya sehingga Anda dapat berfokus pada menjalankan beban kerja Anda. Solusi terkelola yang tersedia di Google Cloud mencakup berikut ini:
Batch: layanan terkelola yang memungkinkan Anda menjadwalkan, mengantrekan, dan menjalankan tugas komputasi batch dalam skala besar. Batch menyediakan resource Compute Engine untuk menjalankan tugas Anda dan mengelola siklus prosesnya, sehingga Anda tidak perlu mengelola instance VM atau bare metal yang mendasarinya secara langsung.
Cloud Run: platform terkelola sepenuhnya yang memungkinkan Anda mengembangkan dan men-deploy aplikasi dalam container yang sangat skalabel di infrastruktur serverless. Cloud Run menghilangkan semua pengelolaan infrastruktur. Abstraksi ini memungkinkan Anda menjalankan container yang merespons permintaan atau peristiwa web tanpa perlu mengelola server atau cluster.
Cluster Director: layanan terkelola yang mengotomatiskan penyiapan dan konfigurasi cluster AI, ML, atau komputasi berperforma tinggi (HPC) yang kompleks. Google mengelola infrastruktur cluster, sehingga Anda dapat berfokus pada menjalankan workload dengan beban operasional minimal.
Cluster Toolkit: toolkit open source yang membantu Anda menyediakan cluster AI, ML, atau HPC di Google Cloud dengan menggunakan blueprint yang telah ditentukan sebelumnya. Anda mengelola infrastruktur cluster yang dihasilkan, tetapi toolkit mengabstraksi proses deployment dan memungkinkan Anda menyesuaikan deployment dan stack software.
GKE: lingkungan terkelola untuk menjalankan aplikasi dalam container di Kubernetes. Google mengelola bidang kontrol Kubernetes, sedangkan Anda men-deploy dan mengelola beban kerja container Anda. Bergantung pada mode deployment (Autopilot atau Standard), Anda dapat memilih seberapa besar kontrol yang Anda inginkan atas infrastruktur yang mendasarinya.
Platform dan layanan terkelola sering kali lebih disukai oleh data scientist, peneliti AI, dan engineer ML yang ingin menyediakan resource dan men-deploy beban kerja dengan cepat tanpa pengelolaan infrastruktur yang mendalam.