Halaman ini memberikan ringkasan tentang deployment terhubung Google Distributed Cloud, termasuk informasi tentang kapan harus menggunakannya serta batasan dan masalah umumnya.
Deployment Distributed Cloud yang terhubung memungkinkan Anda menjalankan cluster Google Kubernetes Engine (GKE) pada hardware khusus yang disediakan dan dikelola oleh Google atau Integrator Sistem (SI) bersertifikasi Google yang diinstal langsung di lingkungan lokal Anda dan terhubung ke jaringan lokal Anda.
Men-deploy beban kerja di penginstalan Distributed Cloud yang terhubung berfungsi dengan cara yang serupa dengan men-deploy beban kerja di cluster GKE berbasis cloud. Setelah hardware di-deploy, administrator cluster Anda menyediakan cluster yang terhubung ke Distributed Cloud menggunakan konsol Google Cloud atau Google Cloud CLI. Selain itu, administrator jaringan Anda mengonfigurasi komponen jaringan Distributed Cloud sehingga workload Anda dapat berkomunikasi dengan jaringan lokal dan satu sama lain. Pemilik aplikasi Anda kemudian dapat men-deploy workload ke cluster tersebut.
Deployment terhubung Distributed Cloud mendukung menjalankan workload di container Kubernetes dan di virtual machine. Konfigurasi hardware tertentu juga mendukung workload berbasis GPU.
Deployment terhubung Distributed Cloud tersedia sebagai satu atau tiga mesin server terhubung Distributed Cloud mandiri yang terhubung langsung ke jaringan lokal Anda melalui hardware jaringan Anda sendiri.
Google memantau dan memelihara deployment Distributed Cloud terhubung Anda dari jarak jauh, yang mencakup penginstalan update software dan patch keamanan, penyelesaian masalah konfigurasi, dan diagnosis hardware Distributed Cloud. Untuk menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan dari jarak jauh, Anda harus memberikan akses fisik kepada personel resmi Google atau SI bersertifikasi Google ke hardware Distributed Cloud.
Deployment yang terhubung ke Distributed Cloud Anda menggunakan koneksi Cloud VPN yang aman untuk mengakses layanan dan aplikasi Anda yang berjalan di dalam dan jaringan Virtual Private Cloud (VPC) Anda. Google Cloud Google Cloud
Untuk ringkasan teknis tentang deployment Distributed Cloud terhubung, lihat Cara kerja Distributed Cloud terhubung.
Kapan harus menggunakan Distributed Cloud terhubung
Deployment Distributed Cloud yang terhubung dirancang khusus untuk menangani skenario berikut yang mungkin tidak dapat ditangani oleh deployment Google Cloud konvensional:
- Aplikasi Anda memerlukan koneksi jaringan yang sangat stabil antara klien dan server, dan tidak dapat mentoleransi potensi gangguan traffic yang biasanya terjadi saat mentransfer data melalui internet.
- Aplikasi Anda memerlukan latensi jaringan serendah mungkin dan sensitif terhadap lonjakan atau jitter latensi. Distributed Cloud juga mendukung teknologi jaringan berperforma tinggi untuk skenario yang lebih canggih yang memerlukan Operator fungsi jaringan.
- Aplikasi Anda menghasilkan data dalam jumlah besar yang akan menghambat performa atau menghambat biaya untuk ditransfer ke dan dari Google Cloud.
- Hukum atau peraturan setempat menetapkan bahwa data Anda harus tetap berada di infrastruktur lokal dan tidak boleh disimpan di luar bisnis Anda atau di luar yurisdiksi geografis tertentu.
Batasan Distributed Cloud terhubung
Zona yang terhubung ke Distributed Cloud memiliki batasan berikut dibandingkan dengan zona GKE berbasis cloud konvensional:
- Kapasitas pemrosesan. Tidak seperti zona berbasis cloud konvensional, deployment Distributed Cloud yang terhubung memiliki kapasitas pemrosesan terbatas. Perhatikan batasan ini saat merencanakan dan men-deploy workload Anda.
- Batasan workload. Distributed Cloud yang terhubung menerapkan beberapa batasan pada beban kerja Anda.